Untung nya, selama saya berkenalan dengan dunia korea, terlebih dunia sinema dalam 3 tahun ini, saya disuguhi berbagai macam kepuasan luar biasa yang saya rasakan setelah menonton film-film korea selama ini. film-film komedi, maka film korea menjadi tempat saya untuk berteriak tertawa dan bahagia, film romantis, maka film korea menjadi bagian dari saya sedikit belajar tentang cinta, film-film thriller, maka film korea terkadang membuat saya merinding dan geleng geleng kepala, dari jaman My Sassy girl, Happy killing, The way home, Spring summer fall winter, The Host, 18 Mei, sampai paling fenomenal OLdBoy n Memories of Murder, adalah serangkaian bahwa bukti korea termpat terdepan dalam industri sinema di Asia. dan dalam sejarah tradisi film film seperti se7en, The Silence of the lamb, Infernal affairs, hingga cerita kengerian Ryan si homo tukang jagal dari indonesia itu, maka film The Casher, mempunyai tempat tersendiri untuk disebut 'Disertasi Summacumlaude''. Kelambatan & kebodohan kerja polisi, prostitusi, ex-cop germo ulung nan tangguh, Tukang jagal (atau tukang palu) The killer, impotensi, art, children, dan rasa kemanusiaan menjadi sesuatu hal yang sanggat menarik dikemas dalam cerita yang terasa biasa namun terasa berbeda. inilah untuk kesekian kalinya, saya menemukan gairah mencekam yang luar biasa, percaya atau tidak film ini bahkan sesaat setelah saya menontonnya, saya ikut terlibat dalam cerita menggerikan ini didalam mimpi.
Saya tidak akan menceritakan ceritanya secara detail, karena percayalah, sedikit anda tahu tentang cerita The Chaser, semakin menikmati anda menontonnya. dan yang lebih menakjubkan, bahwa ini adalah debut film pertamanya dari sutradara Na Hong-jin. Kim Yun-seok sang lelakon dalam film ini, terasa berada di level teratas semenjak sebelumnya ia memerankan salah satu penjahat menggerikan dalam film Tazza : the High rollers.
+2.jpg)